Festival Etnik Religi Tolikara 2026 Berjalan Aman, Sinergi Masyarakat dan Aparat Jadi Kunci

Terkini 12 Aug 2026 16:52 3 min read 36 views By Pendim 1716 Tolikara

Share berita ini

Festival Etnik Religi Tolikara 2026 Berjalan Aman, Sinergi Masyarakat dan Aparat Jadi Kunci
Festival Etnik Religi Tolikara 2026 Berjalan Aman, Sinergi Masyarakat dan Aparat Jadi Kunci KARUBAGA, TOLIKARA — Pelaksanaan pembukaan Festival...

Festival Etnik Religi Tolikara 2026 Berjalan Aman, Sinergi Masyarakat dan Aparat Jadi Kunci

KARUBAGA, TOLIKARA — Pelaksanaan pembukaan Festival Etnik Religi Kabupaten Tolikara (FERT) Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Pendidikan, Jalan Perintis, Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Rabu (12/8/2026), berlangsung aman, tertib, lancar dan kondusif.

Keberhasilan pelaksanaan kegiatan yang dihadiri ratusan masyarakat tersebut tidak terlepas dari peran serta seluruh masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, panitia, serta aparat keamanan TNI dan Polri yang berada di lapangan.

Festival yang mengusung tema “Merawat Budaya – Menguatkan Iman – Membangun Tolikara” tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat Tolikara untuk memperkuat persatuan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya, nilai religi, pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.

Sinergi Masyarakat dan Aparat

Sejak kegiatan dimulai hingga seluruh rangkaian acara berakhir, situasi di sekitar lokasi festival terpantau aman dan terkendali.

Masyarakat yang hadir turut menjaga ketertiban dengan mengikuti arahan panitia dan aparat keamanan. Tokoh masyarakat dan tokoh agama juga berperan dalam mengajak seluruh peserta untuk menjaga suasana kebersamaan selama kegiatan berlangsung.

Di sisi lain, personel TNI dan Polri yang berada di lapangan melaksanakan pengamanan dan pemantauan situasi untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan baik.

Kehadiran aparat keamanan bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama menciptakan rasa aman bagi masyarakat yang menghadiri festival.

Budaya dan Persatuan

Festival Etnik Religi Tolikara 2026 menghadirkan berbagai kegiatan budaya dan religi, termasuk pertunjukan kolosal ukulele oleh pelajar, tarian kolosal sejarah masuknya Injil di Tolikara serta Lendawai, tradisi ratapan dan syair perjumpaan masyarakat.

Kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan berbagai elemen masyarakat sekaligus memperkuat semangat persatuan di Kabupaten Tolikara.

Keberagaman masyarakat yang hadir dapat berjalan dalam suasana yang tertib karena adanya kesadaran bersama untuk menjaga keamanan dan kenyamanan selama kegiatan.

Apresiasi untuk Seluruh Masyarakat

Atas terselenggaranya kegiatan dengan aman dan lancar, seluruh pihak yang terlibat patut mendapatkan apresiasi, terutama masyarakat Tolikara yang telah menunjukkan kedewasaan dalam menjaga ketertiban.

Peran tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, panitia, pemerintah daerah, serta aparat TNI-Polri menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana kondusif selama kegiatan.

“Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Ketika masyarakat, tokoh masyarakat, pemerintah dan aparat TNI-Polri bersatu menjaga keamanan, maka kegiatan sebesar apa pun dapat terlaksana dengan aman dan lancar.”

Pelaksanaan FERT 2026 diharapkan menjadi contoh bahwa kegiatan budaya dan religi dapat menjadi sarana mempererat persaudaraan, membangun kebersamaan dan menciptakan suasana damai di Kabupaten Tolikara.

Hingga berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan pada pukul 16.00 WIT, situasi di wilayah Karubaga terpantau aman, tertib dan kondusif.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa budaya dapat dirawat, iman dapat dikuatkan dan pembangunan dapat dilaksanakan melalui semangat kebersamaan seluruh masyarakat Tolikara.

Nawi Arigi News